Menu

Wisata Lambung di Los Lambuang Bukittinggi

25 April 2016 - WISATA
Wisata Lambung di Los Lambuang Bukittinggi
Bukittinggi dengan sejuta pesonanya memberikan beragam alasan
untuk jatuh cinta pada kota bersuhu sejuk ini. Mulai dari pemandangan
alam yang masih alami seperti Ngarai Sianok, budaya yang khas berupa
tari-tarian, wisata sejarah yang terpampang pada Jam Gadang yang berdiri
kokoh hingga wisata kuliner yang telah mendunia. Ragam kuliner masakan
Padang dan khususnya nasi kapau Bukittinggi telah mendapat tempat
tersendiri di hati para pecinta kuliner. Bahkan kota Bukittinggi
mendapat julukan sebagai The Paradise of Culinary. Dengan
berbagai potensi pariwisatanya, kota Bukittinggi telah berbenah dari
sisi sarana dan prasarananya berupa penyediaan hotel, transportasi
bahkan paket-paket wisata yang lebih ekonomis. Di Bukittinggi juga
terdapat banyak hotel yang menyokong pariwisata Bukittinggi, seperti
terlihat di situs Traveloka. Daftar lengkap hotelnya bisa anda lihat di sini.

Salah satu tempat makan di Bukittinggi yang tidak pernah dilewatkan oleh wisatawan adalah Los Lambuang Bukittinggi.
Los bermakna rumah besar panjang atau pasar, sedangkan lambuang berasal
dari bahasa Minang yang berarti lambung atau perut. Sehingga Los
Lambuang bisa diartikan sebagai rumah besar (pasar) bagi lambung.
Lokasinya hanya berjarak 50 meter dari Jam Gadang dengan melewati Pasar
Lereng Bukittinggi. Pasar Lereng ini merupakan pusat belanja bagi
wisatawan seperti halnya Pasar Atas dengan jalanannya yang bagaikan
lereng yaitu kondisi naik dan turun. Di pasar ini terdapat berbagai
suvenir khas Bukittinggi yang diperjualbelikan dengan harga yang cukup
murah. Teriakan-teriakan khas dengan bahasa Minang menggema di seantero
pasar untuk menarik wisatawan mampir ke kios-kios suvenir. Selepas dari
keramaian di Pasar Lereng, kita akan melihat kumpulan pedagang nasi
kapau dalam petak-petak pasar yang disebut los dengan beragam makanan di
hadapan penjual yang bisa langsung dipilih oleh pembeli.

Sebelumnya perlu sobat BlogYoiko
ketahui beberapa perbedaan mendasar antara nasi kapau dengan nasi
padang. Perbedaan yang paling mencolok adalah warna gulai pada nasi
kapau berwarna kuning yang berasal dari santan dan kunyit sebagai
pewarna.  Sedangkan pada nasi padang berwarna kemerahan karena
penggunaan cabe merah yang lebih banyak selain santan dan kunyit.
Selanjutnya biasanya masakan kapau tidak menumis bumbu dasar sehingga
gulai yang dihasilkan pun tidak berminyak, sedangkan pada nasi padang
bumbu ditumis terlebih dahulu agar memunculkan aroma lebih  tajam.

Photoright: liandamarta.com

Los Lambuang mulai berdiri sejak tahun 1980 dengan menu utama
nasi kapau dan katupek yang menjadi incaran wisatawan. Kapau sendiri
adalah nama sebuah desa di kabupaten Agam Bukittinggi yang menjadi
kampung asal pedagang makanan di Los Lambuang dan telah menjual makanan
di Los Lambuang secara turun temurun. Makanan yang dijajakan adalah
makanan jadi dan mulai buka pukul 09.00 – 18.00 setiap harinya. Para
pedagang berada di belakang deretan baskom yang berisi makanan di
los-los yang terlihat bersih sehingga pengunjung menjadi merasa nyaman
makan di sini.

Pada pagi hari pengunjung akan dimanjakan dengan aneka katupek pical
khas Bukittinggi sebagai menu sarapan. Katupek pical merupakan makanan
yang terdiri dari campuran ketupat, sayur-sayuran seperti daun singkong,
daun kol dan kuah kacang dan ditaburi kerupuk merah. Pasangan yang
paling pas dengan katupek pical adalah kopi talua yaitu campuran teh
dengan susu kental manis dan telur ayam kampung. Pengocokan yang tepat
menjadikan telur ayam mentah ini tidak amis setelah dipadukan dengan
kopi.

Selesai dengan menu sarapan yang cukup mengenyangkan, kita bisa
berkeliling Los Lambuang sambil melihat-lihat ragam makanan yang dijual
di los-los yang tak berdinding. Rata-rata penjual makanan di Los
Lambuang adalah perempuan sehingga semua nama nasi kapau di sini
bersifat feminin seperti Ni Lis, Ni Er, Etek Ani, Uni Linda dan lainnya.
Dengan sendok besar bergagang panjang  kurang lebih setengah meter yang
terbuat dari batok kelapa uni-uni ini sigap melayani permintaan
pembeli.

Menu masakan yang disediakan di Los Lambuang umumnya hampir sama.
Seperti gulai tambunsu, gulai kikil, gulai itiak, dendeng balado, itiak
lado hijau, gulai cancang, pangek ikan, ayam goreng, ayam panggang, ayam
goreng lado hijau, goreng belut. Dan tak lupa gulai khas dari Los
Lambuang yaitu gulai kapau yang terbuat dari irisan rebung, nangka,
kacang panjang, kol dan lain-lain yang tidak bisa  ditemui di tempat
lain. Gulai ini menjadi ciri khas pembeda antara nasi kapau dengan nasi
padang pada umumnya. Tidak lupa penambahan bumbu rendang dan sambal
goreng sebagai penguat rasa. Terkadang pembeli dengan sengaja meminta
penambahan bumbu rendang pada nasi tambahnya karena citarasa rendang
yang melekat pada bumbunya menjadikan makanan lebih lezat. Harga yang
ditawarkan di Los Lambuang ini sangat bersahabat. Untuk satu porsi nasi
lengkap dengan sayur dan satu lauk dihargai Rp.20.000,00. Untuk
penambahan nasi putih cukup dihargai Rp.3.000,00. Harga yang sepadan
dengan cita rasa yang lezat dan porsi yang sesuai dengan kapasitas
normal lambung. Los Lambuang menjadi tempat yang tepat di Bukittinggi
untuk memanjakan lambung pengunjung yang menyukai masakan bersantan dan
berbumbu rempah yang kuat.

Photoright: kamaribedo.blogspot.com

Itulah Wisata Kuliner Los Lambuang di Bukittinggi yang akan
memanjakan perut sobat BlogYoiko, tidak hanya sampai disitu jika sobat
suka dengan pemandangan, dari sini sobat bisa melanjutkan untuk
menikmati pemandangan yang indah di Puncak Lawang yang akan memanjakan
mata sobat, setelah perut yang dimanjakan saatnya mata yang dimanjakan,
Puncak Lawang akan memberikan pemandangan yang sangat indah yang telah
BlogYoiko rangkum di 10 Tempat Wisata Yang Harus Di Kunjungi Di Sumatera Barat

Pencarian Terbanyak

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *